0

 

Kelok 9 Sumatera Barat


Mudik ke kampung halaman di Sumatera Barat kali ini menciptakan banyak kesan luar biasa dan tak terlupakan. Salah satunya berkesempatan bertualang melintasi Kelok 9, sebuah jembatan ikonik di jalan berliku tajam yang bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi telah menjelma menjadi tujuan wisata banyak orang.

Sepanjang perjalanan menuju Kelok 9 adalah suguhan alam luar biasa yang membuatku tak hentinya mengucap syukur karena Allah telah menciptakan keindahan alam Sumatera Barat yang memukau ini.

Pemandangan luar biasa indahnya pun langsung menyambut saat kendaraan kami mulai memasuki area kelokan pertama di jalan bertikung tajam ini. yuk, ikuti kisah petualanganku menyusuri jalan berliku tajam di Sumatera Barat, yang dikenal dengan Kelok 9.

Sejarah dan Arsitektur Megah Kelok 9 Sumatera Barat

Kelok 9 merupakan jalan berkelok tajam yang terletak di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Indonesia.

Jalan yang telah menjadi ikon terkenal di Sumatera Barat ini dibangun di masa pemerintahan kolonial Belanda sekitar 1908 hingga 1914.

Awal pembangunannya adalah sebagai jalur utama yang menghubungkan provinsi Sumatera Barat dengan Riau agar transportasi dari dan ke kedua wilayah itu lancar, terutama untuk memperlancar distribusi hasil bumi dari bagian barat ke wilayah timur Pulau Sumatera.

Adapun nama "Kelok 9" adalah berasal dari sembilan tikungan tajam yang terhampar di sepanjang jalan ini.

Selanjutnya, seiring waktu arus lalu lintas kendaraan yang melintas di Kelok 9 makin ramai, sehingga pada awal 2000-an, infrastruktur jalan ini mengalami perbaikan besar-besaran oleh pemerintah Indonesia dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Mega proyek perbaikan jalan ini dibuat megah dengan dibangunnya flyover modern yang tampak berdiri gagah berpadu dengan landscape alam luar biasa di sepanjang jalan berliku ini.

Flyover Kelok 9 akhirnya dapat selesai dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2013.

Berdasarkan sumber informasi, panjang flyover Kelok 9 adalah 2,5 kilometer yang terdiri dari jembatan dengan panjang 943 meter dan jalan sepanjang 1.537 meter.

Sementara itu, bahan material Kelok 9 terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas tinggi, sehingga sangat kokoh dan memungkinkan kendaraan lewat di jalan ini dengan aman dan nyaman sambil menikmati indahnya pemandangan alam memukau yang mengelilingi jalan berliku di Sumatera Barat ini.

Jalan kelok 9 dirancang dengan desain lengkung, namun tetap memungkinkan pengendara dapat melewati lembah curam tanpa merusak lingkungan sekitarnya.

Perjalanan Menuju Kelok 9 Sumatera Barat yang Luar Biasa

Sebagai orang Minang yang kini tinggal di Lampung, dapat mudik serta menjelajahi kampung halaman yang telah berkembang pesat ini, adalah sebuah pengalaman hidup luar biasa, yang tak akan terlupakan.

Perjalanan kami dimulai dari rumah nenek yang berada di Desa Piliang Labuah, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Setelah ayah memastikan mobil yang akan dibawa dalam keadaan baik serta bahan bakar cukup, rute perjalanan kami pun dimulai, yakni menuju Kota Payakumbuh.

Keindahan alam khas Sumatera Barat menemani gerak kendaraan kami di sepanjang jalan menuju Payakumbuh melalui jalan utama yang menawarkan pemandangan alam khas Sumatera Barat.

Setelah sampai di Kota Payakumbuh, kami meneruskan perjalanan dengan mengikuti petunjuk jalan menuju Kelok 9, di mana menurut ayah perjalanan kali ini memakan waktu sekitar 1-2 jam, tergantung arus lalu lintas.

Nah lagi-lagi kami kembali disuguhkan dengan pemandangan alam memukau di sepanjang perjalanan dari Payakumbuh ke Kelok 9. Jadi selama perjalanan tangan tak hentinya mengarahkan kamera ponsel untuk merekam perjalanan luar biasa ini sembari terus berdecak kagum dan memuji Allah.

Tak lupa kami pun berhenti sejenak di beberapa spot untuk sekadar mengabadikan keindahan alam spektakuler menuju Kelok 9.

Petualangan Tak Terlupakan Menyusuri Kelok 9 Sumatera Barat

Kelok 9 ini terletak di antara dua cagar alam Sumatera Barat, yakni Cagar Alam Harau dan Cagar Alam Air Putih.

Saat kendaraan kami mulai memasuki kelokan pertama di Kelok 9, pemandangan alam luar biasa langsung menyambut. Di sepanjang jalan ikonik ini terhampar lembah hijau yang seolah tanpa ujung, tampak begitu asri dan segar karena dikelilingi juga oleh hutan tropis lebat.

Selain itu, menjulang tinggi tebing-tebing yang tampak berdiri kokoh, seolah menjadi benteng jalan Kelok 9.

Ayah pun mulai memperlambat laju kendaraan agar kami bisa lebih leluasa menikmati betapa indahnya infrastruktur tangan manusia yang berpadu dengan keindahan alam memukau milik Allah ini.

Kami pun juga berhenti di beberapa titik jalan untuk mengabadikan pemandangan alam sambil membuat kenangan akan perjalanan menyusuri Kelok 9.

Saat pagi, kabut tipis yang menyelimuti kawasan Kelok 9 adalah sebuah pemandangan indah dan eksotik yang dapat dinikmati di sini.

Sedangkan saat sore hari, sinar matahari yang memantul di antara tebing-tebing menghadirkan nuansa hangat yang menenangkan. Tidak heran lokasi  di Kelok 9 kerap juga dijadikan latar belakang oleh fotografer profesional dan wisatawan, termasuk aku tentunya.

Sayangnya, kami tak bisa berlama-lama berhenti. Arus kendaraan lumayan ramai karena saat itu adalah momen Idul Fitri dan liburan panjang.

Oh iya, meskipun kawasan ini adalah jalan berliku dengan lembah-lembah di sekitarnya, tetapi di sekitarnya telah tersedia fasilitas wisata yang nyaman, seperti tempat parkir, restoran/warung rakyat, kios oleh-oleh dan souvenir, serta titik-titik pandang yang dibuat khusus agar wisatawan dapat menikmati pemandangan dari ketinggian.

Nah, bagi yang gemar berpetualang, bisa lanjutkan perjalanan ke Lembah Harau yang bisa dijangkau dengan mudah dari Kelok 9, yang juga merupakan pintu gerbang menuju wisata lembah yang sangat terkenal dengan air terjun indah dan tebing granitnya yang luar biasa.

Kesan Setelah Menjelajah di Kelok 9

Petualangan ke Kelok 9 bukan hanya tentang untuk menikmati kemegahan infrastruktur jembatan ikonik di Sumatera Barat atau untuk memanjakan mata dengan hamparan pemandangan alam memukau, tetapi ada makna mendalam yang kami dapatkan dari perjalanan kali ini.

Dari Kelok 9 aku belajar banyak hal tentang makna hidup. Setiap kelokan di jalan ini kembali menjadi pengingat bahwa hidup kita tak melulu lurus atau sesuai keinginan. Pasti ada hal-hal tak terduga yang harus dihadapi di depan, di mana kita sebagai manusia wajib menerima semua yang akan terjadi dengan Ikhlas, karena itu sudah menjadi ketetapan Allah.

Dari Kelok 9 ini aku pun jadi paham bahwa setiap liku atau tantangan hidup adalah bukan untuk dihindari, tetapi harus kita hadapi, dengan terus berusaha mencari jalan terbaik dan tak lupa khusnudzon (berprasangka baik) pada Allah.

jika kita mampu melewati semua ujian, maka sesuatu yang indah nantinya akan hadir serta membuat kita tak henti bersyukur, layaknya Kelok 9, sebuah jalan berliku tajam yang penuh tantangan, namun di setiap belokannya akan selalu ada hal menakjubkan yang bisa kita nikmati sepuasnya.

Kesimpulan

Kelok 9 merupakan bukti nyata bahwa pembangunan sebuah infrastruktur modern dapat dilakukan tanpa haus mengorbankan keindahan alam di sekitarnya. Hal ini dibuktikan selama proses perbaikan jalan yang dibuat menjadi sangat megah dengan flyover super megah, namun pemerintah dan pihak terkait tetap berusaha menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan Kelok 9.

Desain jalan yang melengkung dan jembatan dirancang sedemikian rupa dengan tujuan agar tidak merusak habitat alami flora dan fauna di kawasan yang dikelilingi hutan tropis lebat tersebut.

Kombinasi antara kemegahan infrastruktur buatan manusia dan keindahan alami ciptaan Allah, telah mengajarkan kita akan pentingnya menghargai dan melestarikan alam di tengah banyaknya pembangunan untuk kemajuan negara.

Kini Kelok 9 telah berdiri megah dan indah. Ia adalah bukan sekadar jalan penghubung, tetapi juga simbol kebanggaan Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Barat.

Dapat mengunjungi Kelok 9 adalah pengalaman traveling selama mudik ke kampung halaman luar biasa dan tak akan terlupakan, karena dari perjalanan ini kami dapat menikmati keindahan alam memukau sekaligus mendapat pelajaran hidup berharga.


Posting Komentar

 
Top